Pilot project uji coba sistem prasmanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai sejak hari Senin, 5 Oktober 2026. Program inovasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini diterapkan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencakup 64 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Sistem prasmanan ini mengadopsi konsep makan siang sekolah di Jepang. Beberapa poin penting terkait pelaksanaan skema baru ini antara lain:
Distribusi Hangat: Makanan tetap dimasak terpusat di dapur SPPG, lalu dikirim ke sekolah dalam kondisi hangat untuk langsung disajikan di dalam kelas.
Porsi Sesuai Kebutuhan: Siswa dapat mengambil makanan secara mandiri sesuai kapasitas porsi masing-masing, sehingga efektif mengurangi sisa makanan (food waste).
Sistem Piket Siswa: Beberapa siswa dilatih secara bergiliran menggunakan celemek dan sarung tangan untuk membantu melayani teman-teman kelasnya.
Wilayah Uji Coba: Tahap awal ini tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, hingga Jayapura (Papua).