Wali Kota Depok Supian Suri bersama jajaran Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) meninjau langsung progres pembangunan dua fasilitas publik strategis, yaitu Gedung Puskesmas Leuwinanggung dan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan kualitas fisik dan ketepatan waktu pengerjaan infrastruktur agar selesai sesuai target.
Berikut adalah rincian capaian proyek dan fasilitas dari kedua bangunan tersebut berdasarkan hasil peninjauan lapangan:
1. Pembangunan Gedung Puskesmas Leuwinanggung
Kehadiran puskesmas ini merupakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam melengkapi fasilitas kesehatan dasar, karena Leuwinanggung merupakan satu-satunya kelurahan di Kecamatan Tapos yang belum memiliki puskesmas sendiri.
Progres Fisik: Konstruksi saat ini telah mencapai 26 persen. Para pekerja sedang merakit pembesian balok dan pelat lantai untuk persiapan lantai 2.
Spesifikasi Bangunan: Dibangun 2 lantai di atas lahan seluas 752 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 1.005 meter persegi.
Fasilitas Medis: Dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang poli, laboratorium, gudang farmasi, musala, serta area penunjang lainnya.
Catatan Tambahan: Supian Suri menyoroti ruang pelayanan yang relatif terbatas dan berencana mendorong penambahan lahan kosong di sekitar lokasi menggunakan dana APBD guna mengoptimalkan operasional jangka panjang.
2. Progres Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI)
Fasilitas yang berlokasi di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji ini dirancang khusus oleh Pemkot Depok sebagai pusat pembelajaran interaktif untuk mengasah bakat, kemandirian, dan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.
Progres Fisik: Realisasi pekerjaan fondasi menunjukkan deviasi positif, melampaui target pekanan dari yang direncanakan 5 persen kini sudah menyentuh 8 persen.
Spesifikasi Bangunan: Gedung RKAI memiliki luas bangunan sebesar 2.221 meter persegi di atas lahan seluas 1.741 meter persegi.
Fasilitas & Layanan: Menjadi ruang eksplorasi minat anak istimewa usia 7–18 tahun yang mencakup kelas musik (vokal), kerajinan tangan, menari, melukis, bahasa isyarat, hingga mengaji Braille dan menghafal Al-Qur’an.
Target Rampung: Kontraktor pelaksana meyakinkan bahwa konstruksi fisik ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026, sehingga faskes ini siap digunakan sepenuhnya oleh masyarakat pada awal Januari 2027