Kwarcab Kota Depok melakukan tabur bunga dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke-65 di TPM Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (13/08/26). (Foto : Diskominfo DepokKegiatan tabur bunga yang dilakukan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Depok di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalimulya, Kecamatan Cilodong, bukan sekadar tradisi menjelang Hari Pramuka.
Di balik kegiatan yang digelar menyambut Hari Pramuka ke-65 pada Jumat (14/08/26) tersebut, terdapat pesan untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan dan pengabdian para pahlawan dalam diri setiap anggota Pramuka.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok, Wahid Suryono atau Kak Wahid, mengatakan tabur bunga menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk mengingat kembali jasa dan perjuangan para pahlawan.
“Setiap tahun kita lakukan tabur bunga dalam rangka mengingat jasa para pahlawan. Kenapa? Kita ambil spiritnya, semangatnya. Bahwa perjuangan yang telah dilakukan itu enggak pernah berakhir dan kita harus terus melanjutkan,” ujar Kak Wahid kepada berita.depok.go.id, usai kegiatan, Kamis (13/08/26).
Menurutnya, perjuangan para pahlawan memiliki nilai yang selaras dengan semangat Gerakan Pramuka, khususnya dalam hal pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
“Poin penting dari pahlawan itu apa sih? Bahwa mereka berjuang itu tanpa pamrih. Dan kita Pramuka itu juga sama. Kita punya kepedulian, kita punya semangat, juga pengabdian yang tanpa pamrih,” katanya.
Karena itu, tabur bunga juga menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk memperbarui komitmen dalam menjalankan nilai-nilai kepramukaan.
“Setiap tahun kita melakukan tabur bunga bahwa kita memperbarui komitmen kita. Untuk itu bahwa kita berjuang itu tanpa pamrih. Enggak berharap apa pun. Bahwa itu bagian dari komitmen jiwa Pramuka,” tuturnya
Kak Wahid menambahkan, momentum Hari Pramuka ke-65 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali semangat Dasadarma.
Pramuka, kata dia, tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk kemandirian, kepekaan sosial, serta kepemimpinan.
“Makna Hari Pramuka adalah bahwa ini adalah komitmen kita bagaimana kita menentukan janji, bagaimana kita berupaya untuk terus menghidupkan semangat dan jiwa Dasadarma, melatih kemandirian, melatih kepekaan sosial, dan juga melatih kepemimpinan,” jelasnya.
Ia berharap momentum Hari Pramuka tahun ini menjadi titik penguatan Gerakan Pramuka di Kota Depok.
Salah satunya dengan mendorong Gugus Depan (Gudep) sebagai garda terdepan agar semakin aktif membina generasi muda.
“Saya berharap bahwa dengan tahun 2026 ini, Gerakan Pramuka menemukan momentumnya untuk berkembang lebih baik lagi di Kota Depok,” harap Kak Wahid.
“Terutama untuk Kwarcab Kota Depok, saya berharap Gudep sebagai garda terdepan dari Gerakan Pramuka lebih aktif lagi membina anak-anak Pramuka di Kota Depok, menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan di Kota Depok,” ungkapnya.
Tak hanya itu, momentum Hari Pramuka yang juga berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Oleh karena itu, Kak Wahid mengajak anggota Pramuka mengambil semangat perjuangan para pahlawan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Bagi kita, aktivis Pramuka, bahwa makna kemerdekaan adalah perjuangan, kemerdekaan adalah keteguhan hati, dan kemerdekaan adalah jati diri kita,” ujarnya